Sabtu, 29 November 2014

Cara Mempercantik Diri Menurut ajaran Islam


Cara Mempercantik Diri Menurut ajaran Islam

Cara mempercantik diri menurut ajaran islam. Mempercantik diri menurut ajaran islam adalah yang halal dan Mempercantik diri berkah. Dan bertujuan untuk menyenangkan hati suami dan mahramnya, bukan untuk tujuan lainnya misalnya untuk dipuji orang lain selain suaminya. karena dijaman sekarang sudah salah kaprah, biasanya seorang wanita akan berdandan secantik mungkin bila akan keluar rumah. Sedangkan bila dirumah berdandan seadanya saja, padahal hal itu tidak benar dan terbalik. Untuk itu kita akan membahas cara mempercantik diri menurut ajaran islam.
Mempercantik diri menurut ajaran islam adalah dilakukan dengan cara yang halal, tanpa mengubah ciptaan Allah SWT, dan tentu saja dengan menggunakan bahan-bahan yang halal. Itu artinya tidak dengan operasi plastik dan ataupun membuat tato pada tubuh kita agar terlihat cantik, tidak pula membiarkan diri dirias dan disentuh oleh lelaki bukan mahram, dan tidak memakai alat dan kosmetik yang haram, seperti kuas bedak dari bulu babi atau cairan parfum dengan alkohol.
Pertama-tama perhatikan dahulu kebersihan wajah, karena bagaimanapun kebersihan wajah seseorang mencerminkan kebersihan diri seseorang.  Asalkan wajah sudah bersih, maka tanpa dioles make up pun akan tetap terlihat cantik. Karena kita tau bahwa wajah adalah bagian tubuh yang paling kelihatan dan paling sensitif. Apalagi proses regenerasi sel kulit mulai melambat seiring dengan bertambahnya usia. Disis lain, kondisi lingkungan dapat memperburuk keadaan kulit wajah. Seperti sinar matahari, angin dan polusi udara. Berikut beberapa cara mempercantik diri/wajah supaya berseri menurut ajaran islam, yaitu :
  • Berwudhu sambil sedikit memijat-mijat wajah adalah cara efektif untuk membersihkan wajah dengan air, hal ini sama dengan meremajakan sel-sel kulit wajah. Semakin sering berwudhu, semakin cerah pula wajah Anda. 
  • Sebelumnya kenali dahulu jenis kulit Anda. Apakah kulit normal, kering, berminyak, sensitif atau kulit kombinasi? Untuk Mengetahuinya, sentuhlah kulit wajah Anda dengan jari telunjuk. bila kulit terasa halus dan tidak berminyak maka kulit Anda normal. Atau jika kulit wajah terasa lembab berminyak berarti jenis kulit Anda berminyak.
  • Tahap selanjutnya adalah memilih produk pembersihan dan penyegar wajar yang sesuai dengan jenis kulit Anda dan pilihlah produk yang halal. Bagi Anda yang kulitnya berminyak harus ekstra hati-hati dalam merawat wajah. Karena kulit berminyak cenderung lebih mudah berjerawat. Namun, kandungan minyak yang berlebihan membuat kulit wajah tidak mudah keriput.
  • Segala yang berlebihan tentulah tidak baik. Demikian juga dengan urusan membersihkan wajah. Bagi Anda yang yang mempunyai kulit berminyak, membersihkanwajah juga harus hati-hati. Mencuci wajah apalagi sampai melakukan    scrubbing terlau sering akan menyebabkan kulit wajah menjadi kering, Keadaan ini mendorong mekanisme pertahanan kelenjar minyak di kulit memproduksi minyak secara berlebihan agar kulit tidak kering. kelebihan minyak ini dapat menimbulkan jerawat.
  • Jangan malas membersihkan wajah terutama setelah memakai kosmetik. Kalau tidak, wajah jadi mudah berjerawat. Membersihkan wajah secara rutin menjadi keharusan, bila Anda terbiasa menggunakan rias wajah sebelum tidur. Tujuannya supaya wajah bersih dan memberikan kesempatan pada pori-pori kulit untuk bernafas.
  • Facial massaging atau pijat wajah adalah cara terbaik untuk mengencangkan dan menguatkan otot wajah, serta meningkatkan sirkulasi darah diwajah.
  • Setelah wajah dibersihkan, jangan lupa gunakan pelembab wajah. Meskipun Anda tidak keluar rumah, tetap gunakan pelembab. Sebab kulit wajah yang kering, kalau tidak sering-sering diberi pelembab dapat mempercepat munculnya keriput.
itulah beberapa cara merawat wajah untuk mempercantik diri yang tentunya sesuai dengan ajaran islam. Selain merawat wajah untuk mempercantik diri juga diperlukan pola hidup yang sehat dan olah raga secara teratur serta tetap berpikir positif. Karena dengan berpikir positif bisa membuat seseorang cantik diluar dan juga cantik didalam. mempercantik diri bukan berarti merubah apa yang telah diberikan Allah SWT kepada kita, tetapi mempercantik diri adalah menjaga dan merawat apa yang dianugerahkan Allah SWT kepada kita dan semoga kita selalu menjadi orang-orang yang selalu bersyukur.
 >>>>> Semoga Bermanfaat <<<<<

Kamis, 07 Agustus 2014

Waktu Tidur Yang Tidak Diperbolehkan Dalam Islam

Waktu Tidur Yang Tidak Diperbolehkan Dalam Islam?Tidur adalah keadaan istirahat alami pada manusia dan juga binatang. Manusia  menghabiskan sepertiga dari waktu hidupnya dengan tidur. Tidur bukan saja karena kelelahan tetapi juga karena kebiasaan dan pola hidup
Dalam Islam, semua perbuatan bisa menjadi ibadah. Begitu pula tidur, seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah saw. Dalam Al-Quran, Allah swt pun menyuruh kita untuk tidur. Namun, ternyata ada dua waktu tidur yang dianjurkan oleh Rasulullah untuk tidak dilakukan. yaitu :

1. Tidur di Pagi Hari Setelah Shalat Shubuh

Dari Sakhr bin Wadi’ah Al-Ghamidi radliyallaahu ‘anhu bahwasannya Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda :

”Ya Allah, berkahilah bagi ummatku pada pagi harinya” (HR. Abu dawud 3/517, Ibnu Majah 2/752, Ath-Thayalisi halaman 175, dan Ibnu Hibban 7/122 dengan sanad shahih).
Ibnul-Qayyim telah berkata tentang keutamaan awal hari dan makruhnya menyia-nyiakan waktu dengan tidur, dimana beliau berkata :
“Termasuk hal yang makruh bagi mereka – yaitu orang shalih – adalah tidur antara shalat shubuh dengan terbitnya matahari, karena waktu itu adalah waktu yang sangat berharga sekali. Terdapat kebiasaan yang menarik dan agung sekali mengenai pemanfaatan waktu tersebut dari orang-orang shalih, sampai-sampai walaupun mereka berjalan sepanjang malam mereka tidak toleransi untuk istirahat pada waktu tersebut hingga matahari terbit. Karena ia adalah awal hari dan sekaligus sebagai kuncinya. Ia merupakan waktu turunnya rizki, adanya pembagian, turunnya keberkahan, dan darinya hari itu bergulir dan mengembalikan segala kejadian hari itu atas kejadian saat yang mahal tersebut. Maka seyogyanya tidurnya pada saat seperti itu seperti tidurnya orang yang terpaksa” (Madaarijus-Saalikiin 1/459).

2. Tidur Sebelum Shalat Isya’

Diriwayatkan dari Abu Barzah radlyallaahu ‘anhu : ”Bahwasannya Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam membenci tidur sebelum shalat isya’ dan mengobrol setelahnya” (HR. Bukhari 568 dan Muslim 647).
Mayoritas hadits-hadits Nabi menerangkan makruhnya tidur sebelum shalat isya’. Oleh sebab itu At-Tirmidzi (1/314) mengatakan : “Mayoritas ahli ilmu menyatakan makruh hukumnya tidur sebelum shalat isya’ dan mengobrol setelahnya. Dan sebagian ulama’ lainnya memberi keringanan dalam masalah ini. Abdullah bin Mubarak mengatakan : “Kebanyakan hadits-hadits Nabi melarangnya, sebagian ulama membolehkan tidur sebelum shalat isya’ khusus di bulan Ramadlan saja.”
Al-Hafidh Ibnu Hajar berkata dalam Fathul-Baari (2/49) : “Di antara para ulama melihat adanya keringanan (yaitu) mengecualikan bila ada orang yang akan membangunkannya untuk shalat, atau diketahui dari kebiasaannya bahwa tidurnya tidak sampai melewatkan waktu shalat. Pendapat ini juga tepat, karena kita katakan bahwa alasan larangan tersebut adalah kekhawatiran terlewatnya waktu shalat.”